SELAMAT DATANG
Jumat, 11 November 2016
Rabu, 14 September 2016
KANGEN...
Sudah lama gk kunjungi blog sendiri... aku pikir sudah hilang oooo... ternyata masih bisa berfungsi, syukuuur...
Jumat, 10 Juni 2016
Kamis, 10 September 2015
Lewat 30 Tahun Yang Lalu
Setelah 30 tahun lulus SMA hampir tidak pernah ketemu dengan teman-teman sekelas di IPA-2 SMA Negeri 1 Magelang tapi lebih dari tiga minggu lalu ada ajakan untuk reuni kelas di Surabaya.
Tapi sayang aku tidak bisa ikut karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan dan tentunya sangat sedih dan menyesal...., meskipun demikian aku tetap bersyukur karena pertemana dan persahabatan dapat dibangun lagi.
Ayo kawan kita pererat kempali pertemanan dan persahabatan kita!
Tapi sayang aku tidak bisa ikut karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan dan tentunya sangat sedih dan menyesal...., meskipun demikian aku tetap bersyukur karena pertemana dan persahabatan dapat dibangun lagi.
Ayo kawan kita pererat kempali pertemanan dan persahabatan kita!
![]() |
Reuni teman-teman di Surabaya |
![]() |
Juwita |
![]() |
di Lapangan Basket SMANSA Magelang |
Basuki, Djoko, dan Albertus |
Jumat, 19 Juni 2015
BAGAIMANA INDONESIA ...?
Siapa yang memikirkan Indonesia, siapa yang memikirkan kesejahteraan rakyat Indonesia, siapa yang mikirkan kemajuan Indonesia kalau mereka yang seharusnya memikirkan hanya sibuk memikirkan kesejahteraan dan kemakmuran golongannya, yang pada akhirnya hanya memikirkan perutnya sendiri?
Ingatkah saat mereka kampanye dulu, mengumbar janji kepada rakyat untuk mensejahterakan tapi sekarang sibuk dengan urusan pribadi dan golongannya sendiri. mereka tidak sadar atau tidak peduli bahwa bahaya kehancuran dan disintegrasi bangsa sedang terjadi.
Dana apresiasi bagaimana dampaknya kepada masyarakat luas? Apakah nanti tidak akan terjadi penambahan pengelompokan? Di sini masyarakat partai A, di situ masyarakat partai B, di soso masyarakat partai C, di "sinu" masyarakat partai D dst. Dana apresiasi juga dapat dimanfaatkan parpol untuk "cari muka" di mata masyarakat yang akan membuat masyarakat makin terkotak-kotak..
Begitu susahnya para pahlawan pendiri negeri ini menyatukan Indonesia, menyatukan masyarakat yang sangat pluralistik, namun sekarang para penentu kebijakan dan pemegang kekuasaan mencabik-cabiknya. Tidak mudah menyatukan Indonesia tetapi mungkin untuk mencabik-cabiknya akan sangat mudah, Bagaimana dengan sila ke-3 dari Pancasila: Persatuan Indonesia dengan mudah dilupakan bahkan ditinggalkan?
Tulisan ini hanya sekedar bentuk kekuatiran rakyat kecil yang bodoh dan tidak tau apa-apa yang ingin urun rembug. Semoga tulisan singkat ini menjadi bahan refleksi para pemimpin di negeri tercinta ini, Indonesia.
Ingatkah saat mereka kampanye dulu, mengumbar janji kepada rakyat untuk mensejahterakan tapi sekarang sibuk dengan urusan pribadi dan golongannya sendiri. mereka tidak sadar atau tidak peduli bahwa bahaya kehancuran dan disintegrasi bangsa sedang terjadi.
Dana apresiasi bagaimana dampaknya kepada masyarakat luas? Apakah nanti tidak akan terjadi penambahan pengelompokan? Di sini masyarakat partai A, di situ masyarakat partai B, di soso masyarakat partai C, di "sinu" masyarakat partai D dst. Dana apresiasi juga dapat dimanfaatkan parpol untuk "cari muka" di mata masyarakat yang akan membuat masyarakat makin terkotak-kotak..
Begitu susahnya para pahlawan pendiri negeri ini menyatukan Indonesia, menyatukan masyarakat yang sangat pluralistik, namun sekarang para penentu kebijakan dan pemegang kekuasaan mencabik-cabiknya. Tidak mudah menyatukan Indonesia tetapi mungkin untuk mencabik-cabiknya akan sangat mudah, Bagaimana dengan sila ke-3 dari Pancasila: Persatuan Indonesia dengan mudah dilupakan bahkan ditinggalkan?
Tulisan ini hanya sekedar bentuk kekuatiran rakyat kecil yang bodoh dan tidak tau apa-apa yang ingin urun rembug. Semoga tulisan singkat ini menjadi bahan refleksi para pemimpin di negeri tercinta ini, Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)
















